LAPORAN AKHIR



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRATIKUM
OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

Nama : Anargya Iqbal Pardosi

No BP : 2510953007

Tanggal Praktikum : Selasa, 21 April 2026

Asisten : 1. Muhammad Aulia Jabbar

                             2. Arina Putri Widiastuti

Oscilloscope 

1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik 

Tegangan DC

Amplitudo Vpp 

Perioda 

Frekuensi

600 mv--

Tegangan AC

Amplitudo Vpp 

Perioda 

Frekuensi

93,6 mv1,005 ms995 Hz



2. Membandingkan Frekuensi

Jenis Gelombang

Frekuensi  

oscilloscope

Frekuensi Generator Fungsi

Sinusoidal

995 Hz1 KHz

Gigi gergaji

1,001 KHz1 KHz

Pulsa (Kotak)

1 KHz1 KHz




3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous 

Perbandingan  

Frekuensi

Frekuensi Generator A (fy)

Frekuensi Generator B (fx)

Gambar  

Lissajous

1 : 1

1 KHz1 KHz


1 : 2

1 KHz2 KHz

2 : 1

2 KHz1 KHz

1 : 3

1 KHz3 KHz

3 : 1

3 KHz1 KHz

2 : 3

2 KHz3 KHz

3 : 2

3 KHz2 KHz






4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri 

Beban 

Daya Terukur  

(Watt)

V total 

I total 

Daya Terhitung  

(Watt)

1 Lampu

0,3007 w0,25 v0,2 A0,05 w

2 Lampu

0,8807 w0,8 v0,2 A0,16 w

3 Lampu

1,3288 w0,3 v0,2 A0,6 w



5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel 

Beban 

Daya Terukur  

(Watt)

V total 

I total 

Daya Terhitung  

(Watt)

1 Lampu

0,5629 w1,8 v0,29 A0,522 w

2 Lampu

1,0782 w1,8 v0,24 A0,432 w

3 Lampu

1,5579 w1,8 v0,29 A0,522 w


2. Prinsip Kerja [Kembali]

Oscilloscope

1. Kalibrasi oscilloscope

a.      Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron

b.     Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

c.      Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope

d.     Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.

 

 

2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik Susun rangkaian seperti gambar berikut

 

                                       Tegangan Searah

a.   Atur output power supply sebesar 4 Volt

b.   Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply

c.   Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope

                                       Tegangan Bolak Balik

a.   Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p

b.   Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope


3. Mengukur dan Mengamati Frequency

 

a.      Susun rangkaian seperti gambar berikut

 

b.     Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal

c.      Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator

d.     Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator

e.      Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa

4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

a.      Susun rangkaian seperti gambar berikut

 

b.     Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B

c.      Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B

d.     Atur frekuensi sinyal pada kanal A, sehingga diperoleh gambar seperti salah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.

Bacalah penunjukan frekuensi generator

e.      Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous

f.      Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2



PENGUKURAN DAYA


5. Mengukur Daya Satu Fasa

 

 

 

a.                Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25     watt

b.                Ukur daya yang terbaca pada wattmeter

c.                Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel

d.                Catat penunjukan dari wattmeter


3. Video Percobaan [Kembali]




4. Analisa[Kembali]

Analisa Modul 2

1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?

Jawab :
    Kalibrasi sangat penting dilakukan untuk memastikan akurasi hasil pengukuran. Tanpa kalibrasi, nilai pada layar mungkin tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dari sinyal yang diukur. Proses ini menyelaraskan respon alat ukur dengan standar internal ( biasanya menggunakan sinyal square wave   1 KHz/2Vpp yang tersedia dipanel osiloskop ) agar pembacaan skala Volt/Div dan Time/Div menjadi tepat.

2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi dan perioda!

Jawab :
    Jika kita melihat dari sisi Amplitudo, tegangan AC memiliki nilai yang terus berubah-ubah terhadap waktu dan membentuk puncak atas serta bawah, sedangkan tegangan DC memiliki nilai yang konstan sehingga grafiknya hanya berupa garis lurus pada level tegangan tertentu.

    ​Dari aspek Frekuensi dan Perioda, tegangan AC memiliki frekuensi (jumlah siklus per detik) dan perioda (waktu satu siklus). Sebaliknya, tegangan DC tidak memiliki frekuensi (0 Hz) dan periode ( T = ∞ ) karena sinyalnya tidak berulang atau tidak memiliki siklus.

3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi !

Jawab :
    (a). Gelombang Sinusoidal (Sine Wave)
Generator: Osilator harmonik, generator fungsi, sumber listrik AC.
Fungsi: Digunakan dalam sistem kelistrikan, komunikasi radio, dan pemrosesan sinyal.
Frekuensi: Rentang luas dari beberapa Hz hingga GHz, tergantung aplikasi (misalnya, listrik rumah tangga 50/60 Hz, gelombang radio dalam MHz/GHz).



    (b).  Gelombang Kotak (Square Wave)
Generator : Generator pulsa, osilator digital, rangkaian clock
Fungsi: Digunakan dalam sistem digital, pemrosesan sinyal, komunikasi digital, dan rangkaian clock pada komputer.
Frekuensi: Biasanya dalam rentang Hz hingga beberapa MHz, tergantung aplikasi (misalnya, clock komputer dalam GHz).



    (c) Gelombang Segitiga (Triangle Wave)
Generator : Generator fungsi, Signal Generator
Fungsi : digunakan sebagai sinyal pembawa pada PWM untuk kontrol daya, penggerak sweep linear pada osiloskop, serta pembentuk suara lembut dalam sintesis audio.
Frekuensi : Bervariasi sesuai kebutuhan, mulai dari rentang audio (20 Hz – 20 kHz) hingga frekuensi tinggi di atas 20 kHz untuk sistem switching elektronik agar tidak bising.




4. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!

Jawab :
a. Daya Terukur :
1 Lampu = 0,3009 w
2 Lampu = 0,8807 w
3 Lampu = 1,3288 w

b. Daya Terhitung :
1 Lampu = 0,05 w
2 Lampu = 0,16 w
3 Lampu = 0,6 w

Analisis :
    Terjadi sedikit perbedaan antara daya terukur dan daya terhitung mungkin itu disebabkan karena 

adanya noise, kesalahan pada pengukuran, atau probe yang sedikit terkendala.


5. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu parallel!

Jawab :
a. Daya Terukur :
1 Lampu = 0,5629 w
2 Lampu = 1,0782 w
3 Lampu = 1,5579 w

b. Daya Terhitung :
1 Lampu = 0,522 w
2 Lampu = 0,432 w
3 Lampu = 0,522 w

Analisis :

    Terjadi sedikit perbedaan antara daya terukur dan daya terhitung. Mungkin itu disebabkan oleh Ketidak akuratan instrumen pengukuran, Adanya Noise, Terjadi faktor daya non-resistif, atau Probe yang sedikit terkendala.


5. Download File[Kembali]

download LA (KLIK)

vidio analsisis (KLIK)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODUL 1

MODUL 2

LAPORAN AKHIR