LAPORAN AKHIR
JURNAL PRAKTIKUM
POTENSIOMETER, TAHANAN GESER
DAN JEMBATAN WHEATSTONE
Nama : Anargya Iqbal Pardosi
No BP : 2510953007
Tanggal Pratikum : Selasa, 10 Maret 2026
Asisten : - M. Naufal Lutfi
- Achmad Yusuf
1. Penentuan Karakteristik Alat Ukur
Nama Alat |
Model | Prinsip Kerja | Tingkat Ketelitian | Posisi Alat Ukur | Kelas Isolasi | Jenis Input | Range Skala | Faktor Pengali |
Sensitivitas |
Voltmeter I | 2011 | Kumparan Putar | 0,5 | Horizontal | Bintang 3 | DC | 0-1 0-3 | 10,3,1,0,3 | 1mA, 1000Ω/ volt |
Amperemeter II | 2013 | Besi Putar | 0,5 | Horizontal | Bintang 3 | AC | 0-2 0-1 0-5 | 0,2,5,20 | 45 - 65 Hz |
2. Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Seri
No. |
Xn | R (Ω) | R multimeter (Ω) | R terhitung (Ω) | I Total (A) | V Total (V) |
1. | Xa | 220 (P) | 235 Ω | 181,15 Ω | 0,0087 A | 1,576 V |
Xb | 550 (P) | 513 Ω | 413,8 Ω | 0,0087 A | 3,6 V | |
Xc | 1000 (T) | 980 Ω | 778,16 Ω | 0,0087 A | 6,77 V | |
2. | Xa | 1000 (P) | 1042 Ω | 1019,23 Ω | 0,0026 A | 2,65 V |
Xb | 1500 (P) | 1410 Ω | 1523,08 Ω | 0,0026 A | 3,96 V | |
Xc | 2000 (T) | 2047 Ω | 2026,92 Ω | 0,0026 A | 5,27 V |
3. Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Paralel
No. |
Xn | R (Ω) | R multimeter (Ω) | R terhitung (Ω) | I Total (A) | V Total (V) |
1. | Xa | 220 (P) | 220,2 Ω | 235,19 Ω | 0,052 A | 12,23 V |
Xb | 550 (P) | 559 Ω | 509,58 Ω | 0,024 A | 12,23 V | |
Xc | 1000 (T) | 975 Ω | 1019,16 Ω | 0,012 A | 12,23 V | |
2. | Xa | 1000 (P) | 1042 Ω | 1010,17 Ω | 0,0118 A | 11,92 V |
Xb | 1500 (P) | 1410 Ω | 1490 Ω | 0,008 A | 11,92 V | |
Xc | 2000 (T) | 2047 Ω | 2091,228 Ω | 0,0057 A | 11,92 V |
4. Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone
Rs (Ω) | Rx Multimeter (Ω) | Rx Terhitung (Ω) | R toleransi (%) |
470 | 1034 | 1034 | 0 % |
1. Mengamati dan Memahami Simbol serta Data dari Alat Ukur
a. Ambil alat ukur seperti dibawah ini:
• Voltmeter (model 2011)
• Amperemeter (model 2013)
b. Amati simbol dan data yang tertera pada alat ukur tersebut.
c. Gambarkan dan artikan simbol serta data tersebut dan tuliskankarakteristik alat ukur berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 1.
2. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Seri
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.4
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V.
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser.
Gambar 1.4. Rangkaian Seri
3. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Paralel
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.5
b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.
c. Gunakan DC power supply sebesar 12V.
d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.
e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan
tahanan geser.
Gambar 1.5. Rangkaian Paralel
4. Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone
a. Susun rangkaian seperti gambar 1.6
b. Hubungkan power supply 5V ke terminal input pada jembatan wheatstone.
c. Hubungkan Ampermeter pada rangkaian sebesar 0-100mA.
d. Hubungkan Voltmeter pada rangkaian dengan multimeter.
e. Hubungkan R1 sebesar 100Ω dan R3 sebesar 220 Ω pada jembatan wheatstone.
f. Kemudian hubungkan masing-masing R2 ke Rv2 dan R4 ke Rv1 pada potensiometer.
g. Hidupkan power supply, atur nilai resistansi pada R4 hingga nilai tegangan menunjukkan angka 0 pada multimeter.
h. Catat nilai arus yang tertera pada Amperemeter, kemudian matikan power supply.
i. Ukur nilai resistansi R4 dan R2 pada potensiometer menggunakan multimeter kemudian catat nilainya pada tabel 4.
Gambar 1.6. Rangkaian Jembatan Wheatstone
1. Analisa karakterstik setiap alat ukur yang digunakan.
Jawab:
a. Voltmeter (2011)
Prinsıp kerja : kumparan putar.
Tingkat ketelilian : sebesar 0,5
Posisi alat ukur : horizontal.
Kelas isolası : bintang 3
Jenis input : DC
Range skala : 0-3V, 0-10V.
Faktor pengali : 10, 3, 1, dan 0,3.
Sensitivitas : Sebesar 1 mA (1000 ohm/V)
b. Amperemeter (2013)
Prinsip kerja : besi putar.
Tingkat ketelitian : sebesar 0,5
Posısı alat ukur : horizontal.
Kelas isolasi : bintang 3.
Jenis input : AC.
Range skala : 0-2, 0-1, dan 0-5.
Faktor pengali : 0,5, 1, 2, dan 5.
Sensitivitas : 45-65 Hz.
2. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian seri !
Jawab:
a. Tahanan geser
Variasi hambatan saat hambatan geser dinaikkan, maka besar hambatan dalam rangkaian akan meningkat, sesuai dengan hukum Ohm, semakin tinggi hambatan geser maka akan semakin kecil juga arus. Hal ini dikarenakan hambatan yang tinggi, tekanan arus yang mengalir berbanding terbalik (V=I.R).
b. Potensiometer
Variasi hambatan terhadap tegangan potensiometer bekerja dengan prinsip pembagi tegangan. Ketika hambatan potensiometer ditingkatkan, maka semakin tinggi pula tegangan yang jatuh pada potensiometer. Variasi hambatan terhadap arus pada potensiometer menurut hukum Ohm yaitu jika hambatan meningkat, maka arus dalam rangkaian akan menurun. Pada tangkaran seri nilai arus bernilai sama.
3. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser pada rangkaian paralel !
Jawab:
a. Tahanan geser
Variasi hambatan pada tahanan geser menunjukan semakin tinggi nilai hambatan, arus mengecil di tiap cabang paralel. Perubahan resistansi akan berpengaruh di tiap cabang, tetapi tegangan tetap sama dengan tegangan sumber dan tidak terpengaruh oleh perubahan hambatan.
b. Potensiometer.
Sama seperti tahanan geser, semakin besar hambatan, maka akan mempengaruhi arus tiap cabang. Tetapi arus total tetap konstan. tegangan tiap cabang paralel dapat diatur menggunakan potensiometer dengan nilai maksimum sebesar tegangan di setiap cabang sama.
4. Analisa nilai persen R pengukuran potensiometer menggunakan Jembatan wheatstone!
Jawab :
% R = | Rx Terhitung - Rx Multimeter / Rx Terhitung | x 100%
>> Rx Terhitung : 1034 Ohm
Rx Multimeter : 1034 Ohm
% R = 0%
Hasil perhitungan menunjukan < 5%, Hal ini menunjukan keakuratan Rx Multimeter sehingga percobaan ini bisa dinyatakan berhasil.
Download Vidio YouTube <klik disini>
Download Laporan Akhir <klik disini>



Komentar
Posting Komentar